Detail Cantuman Kembali

XML

evaluasi risiko pembangunan submarine metode fobs dengan pendekatan FMEA


Pembangunan kapal selam merupakan proyek kompleks yang menuntut ketelitian tinggi dalam perencanaan dan pelaksanaan. Salah satu metode konstruksi modern yang digunakan adalah Full Outfitting Block System (FOBS), yaitu pendekatan modular yang memungkinkan perakitan sistem dan komponen secara penuh di luar struktur utama sebelum integrasi akhir. Metode ini terbukti meningkatkan efisiensi waktu dan kontrol kualitas, namun membawa tantangan serius dalam sinkronisasi, integrasi sistem, dan risiko kegagalan teknis. Penelitian ini memfokuskan pada evaluasi risiko dalam proses pembangunan modul 20 kapal selam, yang merupakan bagian vital dalam sistem tenaga dan pendinginan kapal, melalui pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).Permasalahan utama dalam penelitian ini mencakup ketidaksesuaian antarmodul, kesalahan teknis dalam instalasi pipa, kabel, dan sistem HVAC, serta kurangnya pelatihan teknis yang memadai. Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi mode kegagalan, mengevaluasi tingkat keparahan (Severity), kemungkinan kejadian (Occurrence), serta kemampuan deteksi (Detection), yang kemudian dikalkulasi menjadi Risk Priority Number (RPN). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada 26 pekerja galangan kapal yang berpengalaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dengan nilai RPN tertinggi ditemukan pada kesalahan pembacaan gambar isometrik (RPN=252), kesalahan urutan kerja (RPN=252), dan misalignment blower/fan HVAC (RPN=294). Disebabkan oleh pemasangan fan/blower tidak menggunakan alat bantu presisi (misalignment),tidak dilakukan pengujian alignment pasca-instalasi,prosedur pemasangan tidak sesuai SOP. Risiko-risiko ini termasuk dalam kategori tinggi dan memerlukan penanganan segera. Sebagai langkah mitigasi, disarankan pelatihan teknis berkala, penggunaan alat bantu presisi seperti laser alignment tools, dan penerapan SOP yang ketat untuk tiap tahapan instalasi.Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode FMEA efektif dalam mengevaluasi risiko kritikal pada proyek kapal selam berbasis FOBS, dan dapat dijadikan acuan strategis untuk peningkatan manajemen risiko proyek serupa di masa depan. Adapun saran lanjutan mencakup pentingnya digitalisasi dokumentasi teknis, integrasi antar-departemen melalui platform BIM, dan pembentukan budaya keselamatan kerja sebagai pilar utama keberhasilan proyek pertahanan bawah laut.
Supriyo - Personal Name
Dr. Intan Baroroh, S.T., M.T., MCE. - Personal Name
621.25.24 Sup e
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
xi, 77 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...